Apa itu penyakit malformasi chiari. Berikut pengertiannya.

penyakit malformasi Chiari (CM) merupakan suatu kondisi ketika jaringan otak belakang mengalami herniasi, yaitu turun ke saluran tulang belakang. Kelainan yang terjadi tersebut cukup langka dikarenakan muncul ketika tulang tengkorak terlalu kecil atau bahkan memiliki bentuk yang tidak sempurna, sehingga dapat menyebabkan otak menjadi terdorong ke bawah. kelainan kongenital atau malformasi chiari, suatu kelainan yang terjadi selama masa perkembangan janin berada di dalam kandungan. Beberapa kelainan kongenital tersebut bisa dideteksi saat berada di dalam kandungan. Akan tetapi, beberapa gejala yang terjadi dari kelainan tersebut pada umumnya baru bisa terdeteksi ketika menjelang usia remaja hingga dewasa. Penting untuk kita ketahui, bahwasanya penyakit tersebut ternyata disebabkan oleh mutasi genetik dan kurangnya asupan vitamin bahkan nutrisi ibu hamil juga berperan untuk mendukung perkembangan otak dikategorikan sebagai malformasi Chiari kongenital atau primer. Adapun terdapat malformasi Chiari sekunder yang disebabkan oleh kecelakaan, bahkan penyakit lain, dan infeksi selama masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Terjadinya kasus primer lebih sering terjadi dibanding CM sekunder.[1] “dilansir dari laman Alodokter” Pengobatan yang diberikan kepada pasien yang mengidap penyakit malformasi Chiari. Pemberian obat tersebut tergantung pada gejala dan tingkat keparahannya. Khusus bagi pasien malformasi Chiari yang tidak mengalami gejala (asimptomatik), dokter biasanya tidak akan memberikan pengobatan yang bersifat spesifik. Dokterpun akan merekomendasikan bagi sipenderita untuk menjalani kontrol rutin terkait kondisi penyakit tersebut. Jika muncul beberapa gejala seperti sakit kepala dan lainnya, dokter akan memberikan beberapa pengobatan yang sesuai dengan gejala yang muncul. Jika penyakit malformasi Chiari menimbulkan gejala serius, maka pembedahan merupakan saran dokter agar dapat mengatasi penyakit tersebut supaya tidak semakin memburuk. Tujuannya adalah untuk menghentikan perkembangan penyakit, sehingga kemunculan gejala malformasi Chiari yang lebih parah dapat dicegah atau dihentikan dengan cepat. Metode pembedahan paling umum pada penderita malformasi Chiari adalah dengan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak bagian belakang agar tekanan pada otak dapat dikurangi. Metode ini dinamakan dekompresi fossa posterior. Teknik pembedahanpun biasa dilakukan dan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi masing-masing terhadap penyakit yang dimiliki. Selain itu, ada beberapa selaput otak bagian luar yang disebut durameter, hal tersebut juga dapat dibuka dengan tujuan memberikan ruang lebih luas bagi otak. Selain  dapat mengangkat sebagian tulang tengkorak, dokterpun ternyata juga dapat mengangkat sebagian kecil tulang belakang agar tekanan pada saraf tulang belakang dapat diredakan dengan baik. Jika metode pembedahan tersebut berhasil dilakukan, tekanan yang terjadi pada otak kecil dan saraf tulang belakang dapat dikurangi, serta aliran cairan serebrospinal yang dapat kembali dengan normal. Perlu kita ingat juga bahwa pembedahan tersebut dilakukan untuk mengobati malformasi Chiari memang dapat meredakan gejala yang timbul. Akan tetapi, jika pasien sudah menderita kerusakan jaringan saraf akibat malformasi Chiari, kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki. Beberapa risiko yang dapat timbul akibat pembedahan pada penyakit malformasi Chiari adalah:

  • Infeksi pasca operasi.
  • Munculnya cairan di otak yang bukan cairan serebrospinal.
  •  Terjadinya permasalahan pada penyembuhan luka pasca operasi.
  • Terjadinya kebocoran cairan serebrospinal.

Jika pasien sudah mengalami kerusakan saraf akibat malformasi Chiari, pasien dapat menjalani rehabilitasi medis atau fisioterapi pasca operasi. Selama kontrol rutin pasca operasi, pasien akan ditanyakan mengenai gejala-gejala yang muncul sebelum operasi, apakah masih terasa atau tidak. Proses penyembuhan pasca operasi biasanya berlangsung sekitar 4-6 minggu. Pasien juga dilarang untuk melakukan aktivitas fisik berat dan mengangkat beban selama 2-3 minggu pasca operasi. Kontrol rutin pasien ke dokter yang bersangkutan sangat penting untuk dilakukan agar komplikasi pasca pembedahan dapat dicegah dan keberhasilan pembedahan dapat dipantau.

Sumber: Sehatq.com



[1] Sumber referensi Halodoc.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*